Oleh: bimbaaiueo | 14 Mei 2009

Berita Hangat

[ 11/05/2009, 13:17 WIB ]
ANAK 3 TAHUN BISA BACA DALAM 72 JAM

SRAGEN – Puluhan orang tua murid beserta putra putri mereka tampak memenuhi Aula TK Negeri Pembina Sragen, Senin(11/5). Mereka berkumpul untuk mengikuti Pembukaan Uji Coba Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan Metode – biMBA (bimbingan MINAT Baca dan belajar Anak) AIUEO. Hadir dalam acara tersebut Assisten III Sekda Sragen Drs. Ruwiyatmo, MM serta Ketua Yayasan Pengembangan Anak Indonesia (YPAI) Bambang Suyanto.

Ketua YPAI menjelaskan Metode biMBA AIUEO merupakan suatu metode yang dikembangkan yayasannya untuk membimbing anak agar memiliki minat baca dan belajar secara mandiri. Latar belakang pengembangan metode ini karena menurut laporan Bank Dunia dan Study International Association for the Education Achievement kemampuan baca anak Indonesia berada pada tingkat paling rendah di Asia Timur.

Drs. Ruwiyatmo, MM menyambut baik metode ini dengan harapan anak anak di Sragen memiliki minat baca yang tinggi sejak dini. Ruwiyatmo mengatakan apabila uji coba di TK Pembina ini berhasil maka metode ini akan diterapkan di Sragen.

Keistimewaan dari biMBA – AIUEO adalah dapat meningkatkan minat baca dan kemampuan baca serta minat belajar dan kemampuan belajar anak secara luar biasa. Bahkan metode ini memberikan garansi BCA – 372 Bebas, yaitu Bisa BaCA bagi anak usia 3 tahun dalam waktu 72 jam di kelas meskipun tanpa harus dibantu di rumah/ Bebas.

Bimbingan yang memiliki motto “Dengan penuh kasih sayang mari kita tumbuh kembangkan minat baca dan belajar anak sejak dini“ ini memfokuskan pada peningkatan minat anak untuk membaca bukan pada keharusan untuk belajar membaca. Fokus kepada minat ini karena berawal dari minat akan menjadi kebiasaan yang akan berimbas pada kemampuan membaca. Jadi anak tidak akan dipaksa untuk belajar, mereka dibimbing untuk memiliki minat membaca melalui proses yang menyenangkan.

biMBA – AIUEO memiliki tiga proses pembelajaran yaitu Fun Learning, dimana semua kegiatan belajar mengajar dilakukan dalam suasana yang menyenangkan, yaitu bermain sambil belajar. Kedua adalah Small Step System, seluruh kegiatan terdiri dari potongan tema kecil yang berkesinambungan, sehingga anak dapat dengan mudah mengikuti kegiatan bermain sambil belajar.

Proses yang terakhir adalah Individual System yaitu proses pembelajaran berpusat pada anak sehingga anak menjadi “subyek” bermain sambil belajar bukan menjadi “obyek”. Dalam satu kelas maksimal 5 orang anak yang akan dibimbing 3 kali seminggu masing masing selama 1 jam.

“Program bimbingan ini terdiri dari 4 level yaitu level 1, mulai dari nol sampai dengan baca kata sederhana. Level 2 sampai dengan membaca cerita pendek. Level 3 sampai dengan menulis kata kata sederhana dan level 4 sampai dengan membuat karangan pendek.”, kata Bambang Suyanto.

Hasil pendidikan di biMBA – AIUEO ini adalah anak berusia 3 tahun dalam 72 jam di kelas sudah bisa membaca kata – kata sederhana. Sedangkan bagi yang telah mengikuti sampai level IV anak akan memiliki minat baca dan belajar yang baik serta anak mampu membuat karangan pendek.

Bimbingan yang telah memiliki ratusan cabang di Jakarta, Tangerang Bandung, Depok, Bekasi, Semarang dan Bali ini mempunyai banyak manfaat baik bagi anak dan orang tua. Bagi anak antara lain anak akan lebih percaya diri, menambah sikap ingin tahu, meningkatkan daya analisa, konsentrasi, kecepatan berfikir, kemampuan dasar belajar serta kemampuan dasar berbahasa, membaca dan menulis.

Sedangkan manfaat bagi orangtua akan mudah mengarahkan anak. Anak akan mudah memahami nasehat orang tua, keharmonisan dengan anak meningkat, kemalasan belajar teratasi serta dalam jangka panjang dan secara ekonomi sangat menguntunkan keluarga.(dyn)


Kategori

%d blogger menyukai ini: